Berita & Artikel
Jakarta, 17 Agustus 2025 – Ketua Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom, menyampaikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bahwa insinyur informatika memiliki peran strategis dalam mengisi kemerdekaan dengan inovasi teknologi dan pengabdian bagi bangsa.
Yuhefizar mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan panjang para pendahulu. Ia merujuk pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR tanggal 15 Agustus 2025, yang menekankan pentingnya persatuan, transformasi ekonomi, pembangunan manusia, dan konsep Indonesia Incorporated.
“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan teknologi. Tugas kita sebagai insinyur informatika adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” ujar Yuhefizar.
Lebih lanjut, ia menekankan empat peran penting insinyur informatika dalam pembangunan nasional, yaitu
Pilar Transformasi Digital
Informatika adalah tulang punggung pembangunan nasional hari ini. Sistem digital memungkinkan pelayanan publik lebih cepat, lebih transparan, dan lebih adil. Dari desa digital, smart city, hingga sistem kesehatan dan pendidikan berbasis data—semua membutuhkan keahlian informatika.
Penopang Kedaulatan Bangsa
Di era perang siber, pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh senjata, tetapi juga oleh kemampuan menjaga data, jaringan, dan sistem kritis. Insinyur informatika adalah garda depan dalam memastikan kedaulatan digital Indonesia.
Penggerak Ekonomi Baru
Industri berbasis teknologi, startup, kecerdasan buatan, dan big data membuka jutaan lapangan kerja baru. Dengan kreativitas insinyur informatika, kita bisa mempercepat hilirisasi, meningkatkan produktivitas, dan membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.
Jembatan Kesetaraan
Melalui teknologi, kita bisa menjangkau saudara-saudara kita di pelosok, menghadirkan pendidikan berkualitas, layanan kesehatan modern, dan akses pasar global bagi UMKM. Kemerdekaan sejati adalah ketika semua rakyat merasakan manfaat pembangunan, tanpa terkecuali.
Tugas kita sebagai insinyur informatika tidak hanya menulis kode, membangun jaringan, atau mengelola sistem. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan inovasi, mengabdi pada bangsa dengan karya, dan mewariskan Indonesia yang lebih tangguh pada generasi mendatang.
Mari kita jadikan momentum HUT RI ke-80 ini sebagai ajakan bersama:
Para insinyur, mari bersatu membangun ekosistem teknologi yang berdaulat.
Para akademisi, mari mencetak talenta digital unggul.
Para pemimpin bangsa, mari memberi ruang bagi inovasi dan keberanian bereksperimen.
Dan seluruh rakyat Indonesia, mari gunakan teknologi sebagai alat untuk mempererat persatuan, bukan perpecahan.
Yuhefizar menegaskan bahwa momentum HUT RI ke-80 harus dijadikan ajakan bersama bagi seluruh insan teknik dan masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan teknologi sebagai pendorong kemajuan bangsa.
“Mari kita wujudkan cita-cita besar: Indonesia Maju, Indonesia Berdaulat, dan Indonesia Terkemuka di Dunia,” pungkasnya.
Peringatan HUT RI ke-80 tahun ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang modern, inklusif, dan berdaya saing global.