Berita & Artikel
Palu, 11 November 2025 — Ketua Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (BKI PII), Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM., Asean Eng, menjadi pembicara utama dalam kuliah tamu daring yang diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI), Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui platform konferensi daring ini mengangkat tema besar “Teknologi Artificial Intelligence dan Masa Depan Profesi Keinsinyuran di Indonesia.”
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa PSPPI Universitas Tadulako serta dosen pembimbing profesi insinyur. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi, di mana topik AI menjadi sorotan utama dalam konteks perubahan lanskap profesi keinsinyuran di era digital.
Dalam pembukaannya, Dr. Yuhefizar menekankan pentingnya kesiapan insinyur Indonesia menghadapi revolusi industri berbasis data dan kecerdasan buatan. “Perubahan yang dihadirkan oleh AI tidak lagi bersifat linear, melainkan eksponensial. Karena itu, pemahaman terhadap AI bukan pilihan, tapi keharusan bagi setiap insinyur yang ingin tetap relevan,” ujarnya.

Beliau menggambarkan bahwa AI kini menjadi teknologi lintas disiplin yang menyentuh hampir semua bidang rekayasa, mulai dari konstruksi, transportasi, energi, manufaktur, hingga teknologi informasi. Dalam dunia keinsinyuran, AI berperan tidak hanya untuk otomatisasi, tetapi juga sebagai alat bantu analisis, simulasi, dan pengambilan keputusan berbasis data besar (big data analytics).
“AI adalah copilot, dan kita para insinyur adalah pilot-nya,” tegas Dr. Yuhefizar. “Kecerdasan buatan harus menjadi mitra yang memperkuat kemampuan analitis dan kreativitas manusia, bukan menggantikannya.”
Dalam sesi berikutnya, Dr. Yuhefizar memaparkan sejarah dan struktur dasar AI, mulai dari logika dan matematika sebagai fondasi, hingga munculnya machine learning, deep learning, dan generative AI. Ia menyoroti bagaimana teknologi seperti ChatGPT, Gemini, DALL-E, dan Llama telah mengubah cara manusia berinteraksi dengan data dan informasi.
Beliau juga menjelaskan fenomena Generative AI sebagai tonggak baru dalam sejarah teknologi, di mana komputer tidak lagi sekadar mengolah data, melainkan mampu menciptakan data baru — teks, gambar, video, bahkan model 3D — yang menyerupai hasil karya manusia. “AI kini tidak hanya menghitung, tapi juga berkreasi,” ungkapnya.
Kuliah ini juga menyoroti munculnya profesi-profesi baru di era AI, seperti AI Engineer, Data Scientist, Prompt Engineer, AI Ethicist, hingga Digital Twin Engineer. Profesi-profesi tersebut, menurut beliau, menandai pergeseran paradigma dalam dunia kerja keinsinyuran — dari sekadar “pelaksana teknis” menjadi “pengelola sistem cerdas”.

Lebih jauh, Dr. Yuhefizar menegaskan bahwa keberhasilan seorang insinyur modern tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teknis, tetapi juga oleh kompetensi etis, kemampuan berpikir kritis, dan literasi digital. “AI bisa memberikan rekomendasi teknis, tetapi keputusan akhir tetap menjadi tanggung jawab insinyur yang memiliki nilai dan integritas,” tuturnya.
Beliau kemudian menjelaskan peran penting Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (BKI PII) sebagai unsur pelaksana praktik keinsinyuran dalam struktur PII. BKI PII berfungsi melaksanakan uji kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta sertifikasi keahlian di bidang informatika. Hingga tahun 2025, BKI PII aktif memfasilitasi para nsinyur menjadi insinyur profesional di seluruh Indonesia dengan gelar IPP, IPM dan IPU.
“BKI Informatika berkomitmen menjadi pelopor dalam penyusunan pedoman dan standar etika penerapan AI di lingkungan keinsinyuran. Kami juga mendorong sertifikasi kompetensi AI bagi anggota PII dan membangun jejaring nasional bagi AI Engineers Indonesia,” terang Dr. Yuhefizar.
Selain peran kelembagaan, beliau juga menyampaikan pentingnya penguatan budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning) di kalangan insinyur. “AI berkembang cepat. Pengetahuan yang relevan hari ini bisa usang dalam enam bulan ke depan. Karena itu, insinyur harus terus memperbarui diri dan tidak berhenti belajar,” katanya menegaskan.
Dr. Yuhefizar juga mengingatkan agar para insinyur tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi tetap memegang nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab sosial. Ia menambahkan, “Nilai tertinggi seorang insinyur bukan pada kecepatannya menghitung, tapi pada kebijaksanaan dan integritasnya dalam mengambil keputusan.”

Kegiatan kuliah tamu daring ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang karier di bidang AI, tantangan etika, serta kesiapan regulasi nasional dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas penyampaian materi yang lugas dan relevan dengan dunia industri saat ini.
Melalui kegiatan ini, Universitas Tadulako dan BKI PII bersepakat untuk menjajaki kolaborasi lanjutan dalam bentuk pelatihan, webinar, serta program sertifikasi profesi berbasis AI. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas insinyur muda dalam menghadapi tantangan global dan berkontribusi nyata terhadap transformasi digital Indonesia.
Menutup paparannya, Dr. Yuhefizar mengajak seluruh peserta untuk menjadi insinyur yang berorientasi masa depan. “Tugas kita bukan untuk bersaing dengan AI, tetapi untuk berkolaborasi dengannya. Jadilah insinyur yang AI-literate dan siap memimpin transformasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (BKI PII) merupakan unsur pelaksana praktik keinsinyuran yang menghimpun para insinyur berdasarkan bidang disiplin ilmu keinsinyuran Informatika, yang bertugas melaksanakan uji kompetensi, sertifikasi, dan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi insinyur di bidang informatika. BKI PII juga aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan dan peta jalan nasional kecerdasan buatan.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi: https://bki-pii.or.id
Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (BKI PII)
Instagram: @bki.pii
Website: https://bki-pii.or.id
Ketua Badan Keahlian Informatika Persatuan Insinyur Indonesia (BKI PII), Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM., Asean Eng, saat menyampaikan kuliah tamu daring bertema “Teknologi Artificial Intelligence dan Masa Depan Profesi Keinsinyuran di Indonesia” kepada mahasiswa PSPPI Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Selasa (11/11/2025).